SERAHKAN CINDERAMATA : Wakil Ketua IV Bidang Kerjasama dan Hubungan Internasional Stikes Muhammadiyah Gombong Sawiji SKep Ns MSc Menyerahan Cinderamata Kepada President IUHW di Narita Jepang Kuni Uhtomo, MD. PHd

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Gombong melakukan penjajakan kerjasama  internasional dengan dua universitas terkemuka di Jepang. Dua universitas tersebut adalah Internasional University of Health and Welfare (IUHW) di Narita dan JICHI Medical University.

Rintisan kerjasama itu dilaksanakan saat Stikes Muhammadiyah bersama 38 delegasi perguruan tinggi Muhammadiyah melakukan kunjungan ke Jepang. Kunjungan yang dipimpin oleh Ketua  Majelis Dikti dan Litbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Lincol Arsyad itu berlangsung pada 13-18 Nopember.

Wakil Ketua IV Bidang Kerjasama dan Hubungan Internasional Stikes Muhammadiyah Gombong Sawiji SKep Ns MSc yang menjadi delegasi Stikes Muhammadiyah Gombong menjelaskan, selain merintis kerjasama internasional, dalam kunjungan ke dua universitas itu, pihaknya juga belajar mengenai sistem pendidikan termasuk kurikulum, teknologi, sumberdaya manusia dan rumah sakit akademik.

“Juga bagaimana inovasi laboratorium keperawatan yang cukup menarik. Dengan berbagai inovasi yang ada termasuk desain kursi pasien yang multifungsi membuat pasien lebih nyaman,” ujar Sawiji kepada Suara Merdeka, Rabu (22/11).

Kunjungan Balasan

Lebih lanjut, Sawiji menyampaikan bahwa di rumah sakit akademik terdapat layanan kesehatan yang cukup diminati masyarakat. Yakni terdapat guru yang mengajar khusus bagi anak yang dirawat di rumah sakit. Jadi meskipun dirawat di rumah sakit, anak tidak akan ketinggalan pelajaran sekolah.

“Jadi guru selain memiliki kompetensi sebagai pendidik, juga memiliki kompetensi sebagai perawat,” ujar Sawiji yang mengaku kagum meskipun negara modern, warganya masih memegang tradisi ketimuran.

Sementara itu, usai kunjungan tersebut nantinya akan ditindaklanjuti dengan kunjungan balasan. Adapun kejelasan kerjasama secara resmi, setelah dilakukan penjajakan apa-apa yang bisa dikerjasamakan antar perguruan tinggi apakah terkait pendidikan maupun peralatan kesehatan,” ujarnya.

Lebih lanjut, selain teknologi, inovasi dan sistem pendidikan banyak hal yang bisa diterapkan di Indonesia. Salah satunya adalah budaya disiplin dan etos kerja warga Jepang yang sangat tinggi. “Melalui kunjungan ini adalah sebagai upaya meningkatkan jejaring yang lebih luas melalui kerjasama internasional,” tandasnya.

Leave a Comment