Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Gombong kembali mengirimkan dua mahasiswanya untuk mengikuti Student Hospital Internship Training di Taipei Hospital, Taiwan International Healthcare Training Center Ministry of Healthcare and Welfare, Taiwan.

Dua mahasiswa terpilih atas nama Amry Latifah Program Studi  (Prodi) D3 Keperawatan semester enam dan Doni Kurniawan Prodi S1 Keperawatan semester delapan. Mereka bakal mengikuti training keperawatan selama satu bulan di Taipe Hospital mulai 9 April-7 Mei 2018. Keduanya dilepas oleh Ketua Stikes Muhammadiyah Gombong Hj Herniyatun MKep SpMat dan Wakil Ketua I Bidang Akademik M Madkhan Anis SKep Ns.

Ketua Stikes Muhammadiyah Gombong, Herniyatun menjelaskan, pada pelatihan  tersebut mahasiswa akan mendapatkan materi tentang sistem manajemen gawat darurat, perawatan bayi baru lahir, perawatan anak dan perawatan penyakit dalam. Mahasiswa juga akan mengikuti kunjungan ke klinik dan pusat perawatan ibu bersalin. Selain itu mahasiswa juga akan dikenalkan dengan kasus nyata di Taipei Hospital.

“Pengiriman mahasiswa  ini sebagai upaya mengembangkan ilmu pengetahuan dan meningkatkan keterampilan bagi mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan dan S1 Keperawatan dengan standar internasional,” ujar Herniyatun kepada suaramerdeka.com di sela-sela pelapasan mahasiswa.

Dia menambahkan, pengiriman mahasiwa ke Taiwan untuk mengikuti training sudah berjalan empat kali. Sebelumnya,  tahun 2015 empat mahasiswa juga dikirim untuk mengikuti pelatihan yang sama di Taiwan. Tahun 2013 dua mahasiswa Stikes juga dikirim ke Taiwan  untuk mengikuti Student Hospital Internship Training.

Seleksi Ketat

Ada pun  terpilihnya dua  mahasiswa ini telah melalui seleksi yang cukup ketat. Di antaranya kemampuan akademik yang memadai juga memiliki kemampuan berbahasa Inggris aktif serta tidak ketinggalan kemampuan  soft skill mahasiswa yang baik.

Salah satu mahasiswa perwakilan Amry Latifah mengaku  pergi ke Taiwan merupakan pengalaman pertama mengikuti event internasional. Meskipun sedikit grogi tetapi dia merasa bangga bisa mewakili Stikes Muhammadiyah Gombong di tingkat internasional. Dia akan menimba ilmu dan pengalaman sebanyak mungkin selama mengikuti pelatihan di Taiwan.

“Tentu ini adalah pengalaman yang berharga dan tidak setiap orang mendapatkannya. Jadi saya tidak akan menyia-nyiakannya,” ujar mahasiswa asal Desa Bejiruyung, Kecamatan Sempor tersebut.

Sebelumnya Herniyatun menyebutkan, pihaknya terus melakukan kerjasama internasional  termasuk institusi di Taiwan. Di Asia  Stikes Gombong juga menjalin kerjasama dengan sejumlah institusi di Singapore, Thailand dan Filipina, Jepang. Kerjasama dengan institusi antara lain untuk pelatihan sehingga bisa bertukar dan menyebarluaskan ilmu-ilmu kesehatan.

“Taiwa menjadi salah satu contoh negara terbaik di dunia yang mempunyai sistem pembiayaan kesehatan yang sangat efisien dan efektif dan selalu berusaha meningkatkan kualitas derajat kesehatan masyarakat,” katanya.

Dia  berharap, mahasiswa yang mengikuti pelatihan mampu membawa budaya mutu dan menjadi agen perubahan sekembalinya ke Stikes Muhammadiyah Gombong. dan mampu menularkan ilmu yang didapat di Taiwan serta mengaplikasikan di lahan praktik atau lingkungan kerja kelak sehingga visi yang dijunjung institusi menjadi lembaga pendidikan yang unggul, modern dan Islami dapat terwujud.

 

Leave a Comment