Dalam rangka mewujudkan visi institusi pendidikan kesehatan yang unggul, modern dan islami STIKes Muhammadiyah Gombong terus berbenah mempersiapkan lulusan yang mampu bersaing di era global. Sebanyak 116 mahasiswa profesi ners mengikuti prosesi pelepasan dan  pembekalan praktek klinik dan praktek komunitas di kampus setempat.

Acara yang berlangsung Sabtu (27/7/19) dibuka langsung oleh Ketua STIKes Muhammadiyah Gombong Hj. Herniyatun, M.Kep, Sp. Mat. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Wakil Ketua, Kepala Program Studi dan segenap dosen program Studi Profesi Ners. Dalam sambutannya, Ketua STIKes  mengucapkan selamat kepada mahasiswa transprogram S1 Keperawatan ke Profesi Ners, beliau juga menekankan kepada mahasiswa khususnya profesi ners angkatan tahun ini  untuk benar-benar memahami dan menjalankan kode etik profesi keperawatan selama dalam menjalani praktek klinik ataupun praktek komunitas selama satu tahun kedepan sebagai wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain itu beliau juga berpesan kepada mahasiswa untuk selalu menjaga perilaku sopan santun dan soft skill serta lolos panum, jangan sampai melanggar aturan yang ada di lahan praktek baik di rumah sakit maupun komunitas, tegas beliau.

Koordinator Profesi Ners Dadi Santoso, M.Kep menyampaikan ke 116 mahasiswa profesi ners ini akan menjalani  seleksi 5 kompetensi dasar dan tes Diagnostik yang diterapkan oleh pihak RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto yang meliputi BSL (Basic Life Suport) atau bantuan hidup dasar, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Pasien Safety, Pencegahan dan Pengendalian infeksi dan Customer Service.

Uji 5 kompetisi dasar ini adalah salah satu syarat utama mahasiswa sebelum menjalani praktik klinik di rumah sakit yang diselenggarakan oleh pihak diklat rumah sakit RSUD Margono selama 2 hari yaitu materi dan ujian. Setelah mahasiswa dinyatakan lulus 5 kompetensi maka berhak menjalankan praktik klinik dan mendapatkan sertifikat yang nantinya juga berfungsi sebagai surat keterangan pendamping ijasah (SKPI) yang berlaku selama 2 tahun.

Selain itu Dadi menambahkan untuk memenuhi permintaan dokumen berbentuk paperless pihaknya juga sudah berkordinasi dengan pihak pembimbing lahan dan bagian IT kampus untuk segera merealisasikan program tersebut.

Adapun pembagian  mahasiswa praktek menjadi dua kelompok besar yaitu 96 mahasiswa ditempatkan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto untuk praktek klinik yang meliputi stase Gawat Darurat selama 2 bulan, stase Keperawatan Medical Bedah selama 2 bulan, stase anak selama 1 bulan dan stase Maternitas selama 1 bulan. Untuk selebihnya 20 mahasiswa ditempatkan di Desa Sampang Kecamatan Sempor untuk praktek komunitas selama 2 bulan. Dua kelompok itu nantinya akan bergantian untuk praktik klinik dan praktik komunitas.

Acara dilanjutkan pengarahan dari Wakil Ketua bidang Akademik, Keuangan, Kemahasiswaan dan Kerjasama. Selain itu mahasiswa juga dibagikan buku kode etik keperawatan.

Menutup acara pembacaan serentak buku kode etik keperawatan dan pembacaan komitmen mahasiswa praktek.