DOSEN STIKES GOMBONG LATIH BHD DI PUSKESMAS SADANG

CDC (Career & Development Center) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Gombong baru-baru ini memberikan pelatihan BHD (Bantuan Hidup Dasar) atau Basic Life Support . Pelatihan yang berlangsung selama satu hari di Puskesmas Sadang itu dibuka oleh Kepala Puskesmas Wartika, S.T, MM , Sabtu (30/11).

Pelatihan diikuti oleh 50 peserta meliputi, dokter, perawat, bidan dan beberapa tenaga non medis di lingkungan Puskesmas Sadang. Selama satu hari peserta mendapatkan beberapa materi dasar dari tim dosen STIKes Muhammadiyah Gombong diantaranya konsep dasar bantuan dasar dan bantuan hidup dasar pada dewasa yang disampaikan trainer Dadi Santoso, M.Kep. Selanjutnya bantuan hidup dasar pada anak-anak dan bayi oleh Putra Agina W, M.Kep, dilanjutkan skill bantuan hidup 1 dan skill bantuan hidup dasar 2 yang kesemuannya diberikan dalam bentuk teori dan praktek.

Kepala Puskesmas dalam sambutannya menyampaikan terimakasih dan berharap pelatihan bantuan hidup dasar ini menjadikan tambahan ilmu baru bagi tenaga non medis dan sebagai refress atau penyegaran bagi tenaga medis dijajaranya . “Jadi kesimpulannya semua bagian yang ada di Puskesmas Sadang adalah penting mulai dari tukang parkir, security,administrasi, tenaga kesehatan sampai dengan top manager mempunyai peran yang penting dalam mewujudkan visi puskesmas sesuai dengan porsi masing-masing’ tegasnya .

Putra sebagai ketua CDC menambahkan pelatihan ini adalah salah satu bentuk perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi Pendidikan, Penelitian & Pengabdian Masyarakat yang sedang digalakan oleh pihak kampus khususnya STIkes Gombong. Lebih lanjut dalam rangka peningkatan kualitas penanganan dan pemberian pertolongan korban gawat darurat yang mengalami henti jantung, maka perlu dilakukan sosialisasi dan pelatihan tentang bantuan hidup dasar. Prinsip kegiatan ini yaitu untuk menangani kasus korban tidak sadar dan mengalami henti jantung serta henti nafas’ semoga pelatihan ini mampu memberikan gambaran tatalaksana korban tidak sadar dan meningkatkan kesadaran untuk menolong korban atau pasien dengan kondisi kegawardaruratan,’tuturnya.