Herd Immunity dalam situasi New Normal

Konsep new normal yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia pada bulan Juni 2020 menuai banyak komentar, baik dari kalangan ekonomi maupun kesehatan. Pada sebagian masyarakat hal ini menjadi tanda tanya besar apakah pemerintah mengandalkan terbentuknya herd immunity untuk kasus Covid 19 ini ataukah akan menerapkan herd immunity dibalut dengan konsep new normal. Dilihat dari perspektif kesehatan, konsep new normal dikhawatirkan akan memunculkan lebih banyak kasus positif corona yang dapat meningkatkan beban di pelayanan kesehatan. Pada tanggal 6 Juni 2020 pukul 12.00 WIB tercatat terdapat 30.514 Kasus positif corona di Indonesia, dan ada peningkatan sebesar 993 kasus.

Herd Immunity

Herd Immunity atau kekebalan komunitas dapat diartikan bahwa suatu populasi akan kebal terhadap penyakit menular apabila hampir semua individunya sudah terbentuk imunitas akibat telah diimunisasi. Herd Immunity mengacu pada perlindungan tidak langsung terhadap infeksi pada individu yang rentan ketika pada populasi tersebut terdapat jumlah individu yang kebal cukup besar. Herd Immunity ini sering diterapkan dalam konteks program vaksinasi, yang bertujuan untuk membangun kekebalan populasi sehingga anak yang tidak dapat divaksinasi (karena usia sangat muda dan atau kelainan sistem imun) dapat terlindungi dari penyakit. Pada situasi tersebut, sebagian kecil anak akan mendapatkan manfaat sehat karena sebagian besar anak disekitarnya sehat.

Herd Immunity dapat terbentuk tergantung pada jumlah populasi yang kebal, jumlah individu yang rentan dan jumlah virus dalam suatu populasi. Saat ini vaksin terhadap SARS-CoV-2 belum tersedia. Sehingga kekebalan komunitas ini mengandalkan individu yang  kebal secara alami karena pernah terinfeksi SARS-CoV-2. Jika jumlah individu yang rentan dalam sebuah populasi terlalu sedikit maka virus tidak dapat berhasil menyebar dan prevalensi covid-19 akan menurun. Dalam populasi yang cukup kebal, herd immunity menyediakan perlindungan tidak langsung kepada individu yang rentan dengan meminimalkan kemungkinan kontak yang efektif antara individu yang rentan dan orang yang terinfeksi.  Kemampuan untuk membangun herd immunity terhadap SARS-CoV-2 tergantung pada asumsi bahwa infeksi virus ini dapat menghasilkan kekebalan yang cukup dan dapat melindungi diri dari datangnya virus ini dikemudian hari. Saat ini, sejauh mana manusia dapat menghasilkan kekebalan yang sangat baik terhadap SARS-CoV-2 belum jelas.

Aktivitas selama New Normal

Situasi ini cukup beresiko diterapkan di Indonesia mengingat kasus terkonfirmasi positif masih naik. Individu yang beraktivitas dalam situasi new normal harus memiliki parameter kesehatan metabolik yang optimal untuk mendukung sistem kekebalan tubuh yang prima dan tidak memiliki penyakit penyerta. Kepatuhan terhadap protokol kesehatan juga menjadi syarat wajib bagi individu yang beraktifitas di era new normal ini. Hal ini diharapkan dapat mencegah individu tersebut dari Covid-19. Aktivitas yang dikerjakan di luar rumah juga diharpkan adalah kegiatan yang memang harus dilakukan seperti bekerja. Aktivitas lain seperti rekreasi, pergi ke tempat hiburan ataupun hanya sekedar pergikerumah teman diharapkan tidak dilakukan terlebih dahulu di era new normal ini. Individu yang termasuk dalam komunitas yang rentan termasuk anak, lansia, dan orang dewasa dengan penyakit penyerta lebih baik tetap tinggal dirumah.

 

Ns. Nurlaila, S.Kep, M.Kep

Dosen STIKES Muhammadiyah Gombong

di muat di : https://suaramerdekakedu.id/herd-immunity-dalam-situasi-new-normal/